Jumat, 31 Mei 2013

Pengaruh Budaya Terhadap Percepatan Perencanaan Pembangunan Indonesia

Study Kasus : Kontribusi, dan Kolektivitas Penduduk dalam Pencanapaian Perencanaan Wilayah dan Kota
oleh : Prof. Tomi (Dosen Pemibimbing Teori Perencanaan)


    














    Perencanaan Wilayah dan Kota berkembang baik ketika adanya Kontribusi dan Kolektivitas Penduduk dalam pencapaian perkembangan wilayahnya. Kerjasama Antara Pemerintah Pusat, Daerah dan Penduduk atau Masyarakat sangat-sangatlah diperlukann!!!!!
Inilah perbedaannya antara Indonesia, Jepang dan Amerika Serikat.

     Perencanaan pembangunan di wilayah di Negeri Samurai, sangatlah dipatuhi dan diapresiasi baik oleh penduduk jepang. Hal ini pun yang menjadi kekuatan untuk pembangunan wilayahnya. Terutama setelah bom Hiroshima dan Nagasaki yang melanda hampir 68 Tahun yang lalu.
Sementara, Di Negeri Paman Sam, Perencanaan pebangunan wilayahnya dipertanggung jawabkan oleh masing-masing individu yang mendiami negeri tersebut, Sungguh Luar Biasa.
Terusss Negeriku Indonesia?????

   Yah inilah permasalahan mendasarnya, Indonesia dengan Suku dan Budaya yang beragam meimiliki ciri khas dan karakteristik perilaku sosial yang berbeda. Sehingga, adanya perbedaan Visi dan Misi masyarakat dari berbagai daerah untuk memajukan daerahnya.Sangat-Sangat Berbeda.

Perbandinganya.....
    Negera Jepang memiliki budaya dan suku yang sama, terlebih dengan budaya untuk "mematuhi kepala negara". tentunya hal ini menjadi hal yang sangat menguatkan akan perencanaan pembangunan yang pemerintah putuskan dalam suatu kebijakan untuk penduduk setempat patuhi dan laksanakan.
Indonesia, dengan beragam ribu macam suku dan budaya sangatlah sulit!  tapi bukan tidak bisa untuk disatukan. Hal, inipun yang menjadi tantangan untuk berbagai kepala negara, terutama yang dinamakan PRESIDEN di Negeri Ini. Sedangkan....
     Negara Amerika awal mulanya didiami oleh suku Indian, dan kemudian bangsa eropa barat yang dimana mereka adalah orang-orang yang menolak akan kehidupan golongan Aristrokat di negerinya yaitu golongan yang dimana menganggap bahwa seorang pemimpin negara, hanya bisa dimiliki oleh golongan para bangsawan. Para pengembara inipun yang jauh datang dari eropa barat kemudian menempati dan mendiami luasnya negeri Amerika. Kesamaan tujuan dan kesamaan akan keinginan kebebasan untuk berekspresi, inilah yang dimanfaatkan oleh pemimpin negara untuk memotivasi masyarakat dan penduduknya untuk sukses dan berhasil dalam kehidupan. Makanya, Demokrasi dan Individualistik  merupakan landasan yang digunakan dalam kehidupan berkebangsaan Negeri Paman Sam Tersebut. dan Hal inipun yang memajukan Negara Amerika hingga saat ini..... berbeda sekali dengan Indonesia bukan!!!!

Terusss Negeriku Indonesia?????
Menurut Prof. Tomi
   Seperti penjelasan yang ada diatas, Indonesia memiliki beragam ribu budaya dan suku yang ada didalamnya. ditambah lagi masih barunya Indonesia dalam menerapkan Konsep Negara Demokrasi setelah hampir 32 tahun Indonesia dibungkam dengan kebebasan bereksperesi dan berpendapat. Mungkin, inilah mengapa sehingga Soekarno sang Founding father melakukan Konsep Negara Demokrasi, walaupun hanya sebatas Demokrasi Terpimpin.
    Indonesia butuh penyatuan visi dan misi, butuh sang tokoh untuk menyatukan Indonesia. Indonesia hari ini yang sebagian orang katakan merupakan periode yang paling berkesesusahan bila dibandingkan dengan periode Orde Baru dan Ordde Lama. Sebenarnya, kurang tepat.
    Indonesia sedang mengalami transisi dari Orde Baru ke Orde Demokrasi. Sistem Masih kacau dan butuh beberapa tahun lagi sejak 15 tahun Reformasi berlangsung. Indonesia masih harus terus belajar hingga matang dalam menyesuaikan Konsep Demokrasi yang sesuai dengan Karakteristik bangsa Indonesia yang beragam. Harus butuh Regulasi dalam beberapa aspek kehidupan bernegara.
     Jadi, Intinya Kita butuh Penyatuan Tujuan "Bhineka Tunggal Ika", Kita butuh belajar banyak dari masa lalu untuk bagaimana melakukan demokrasi yang saling menghargai dan memiliki toleransi bermasyarakat.

catatan : 30 Mei 2013

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes